PESAN INI BUKAN DARIKU

“Assalamualaikim,..”,
diketiknya dalam ponsel genggamnya. Yang
dikirimkan kepada seseorang. Yaitu Any, teman sekelasnya. Maksud pertama dari
pesan itu ia ingin menanyakan sebuah tugas kelompok Bahasa Indonesia. Kebetulan
mereka satu kelompok. Tetapi maksud sebenarnya ia ingin mencari perhatiannya
Any.
“Walaikumsalam.. ini siapa?” balas Any.
Jojo sangat senang, pesannya kepada Any dibalas. Lalu Jojo membalasnya
“Aq Jojo,. Oy Any, aq mw tnya ttg tgs b.ind
tdi siang,..? ”, dan dibalas oleh Any.
Dan sejak saat itulah kisah Jojo dimulai.
Kini hari-hari Jojo semakin berwarna sejak ia mengenal Any dan bisa komunikasi
langsung melalui telepon genggam. Any yang anaknya Pintar, Cantik dan Baik
membuat Jojo tertarik padanya. Sebenarnya sudah lama Jojo tertarik pada Any,
sejak keduanya dipertemukan dalam satu kelas di awal masuk SMA. Saat itu Jojo
iseng, membuat origami dari kertas bekas ulangan. Dibentuknya sebuah bunga dari
kertas tadi, lalu Jojo menghampiri bangku Any yang terletak dibelakang.
Kata Jojo “Any, aku punya sesuatu untukmu”,
jawab Any penasaran “Apa???”,
“Ini aku punya sekuntum bunga dari kertas,
yang kubuat sendiri”,
Any pun tersenyum melihat Jojo. Jojo pun
meletakkan bunga tadi dibangku Any. Jojo akhirnya bermimpi suatu saat nanti
ingin menjadi kekasihnya Any. Dalam lamunannya Jojo dikejutkan oleh Andy dari
belakang,
“Hayo.. ngapain tuhh??” kata Andy yang
membubarkan bayangan Jojo tentang Any.
“Waah, kamu…” jawab Jojo setengah marah.
“Hhhahaha” Andy ketawa keras.
“Ayo’ ke kantin..” ajak Andy, merekapun
bergegas ke kantin untuk membeli makanan.
Hari demi hari Jojo dan Any semakin dekat.
Keduanya saling membantu satusama lain. Saat Any butuh bantuan Jojo siap untuk
membantunya, begitu juga sebaliknya.
Suatu saat ada tugas fisika, Jojo yang
sedikit kurang bisa dengan pelajaran fisika memilih meminta bantuan kepada Any
yang pintar dalam pelajaran fisika.
“Any, fisika-nya gimana??” Tanya Jojo.
“Ya gitu, di contoh sudah ada” jawab Any.
“Bisakah kau mengajariku??” Tanya Jojo
kembali.
“Yaa, kesinio” jawan Any.
Dengan setengah gugup Jojo duduk disebelah
Any. Dengan jelas Any menjelaskan rumus-rumus fisika kepada Jojo. Dengan
setengah mengerti Jojo menganggukkan kepala.
“Ya Any, cukup membingungkan” respon Jojo
sambil ketawa menghibur Any.
“Hhaha, yaudah, ini punyaku di copy-paste
aja,..” jawab Any.
“Okke,..” senyum Jojo.
Jojo langsung menyalin tugas fisikanya Any.
Dan dikembalikannya kertas tugas milik Any.
Di bangku blok deretan timur, Jojo merasa
kesepian. Dia iseng mengirim pesan ke Any yang berada di bangku blok barat.
“Sepi,..” pesan Jojo ke Any.
“Orang rame kaya gini kok..” balas Any.
“Hatiku yang sepi,..” jawab Jojo dengan
humor.
“Ahh, bisa aja” Any sedikit tersenyum.
Dan saat itu mereka mulai bercanda melalui
pesan pendek.
Saat istirahat yang kedua, Jojo kembali
mengirim pesan ke Any,
“Ayo absen,..” ajak Jojo untuk sholat
berjamah di mushola.
Lama Jojo menunggu Any di mushola, akhirnya
Jojo sholat berjamaah sendiri. Setelah selesai sholat Dzuhur, ponsel Jojo
bergetar, pertanda ada pesan masuk. Dibukanya pesan tadi, ternyata Any tak
mengerti apa maksud dari pesan Jojo kepadanya,
“Absen apa??” Tanya Any bingung.
“Sholat Dzuhur,..” jawab Jojo.
“Belum aku..” balas Any.
Tugas fisika tadi pagi harus dikumpulkan di
meja Pak Bagus pulang sekolah. Dengan bingung Any meminta bantuan kepada Jojo,
karena lembarannya Any tertinggal.
“Jojo, gimana nih fisikaku” kata Any.
“Fisikannya ditumpuk dimeja pak Bagus”
jawab Jojo.
“Aq nitip ya, please” Any memohon.
“Iya,..” kata Jojo.
“Alhamdulillah” Any bersyukur.
Karena kedekatan Jojo dengan Any,
teman-teman Any pun merasa kalau Jojo mempunyai sebuah rasa untuk Any.
Pada suatu hari, tepatnya hari kamis waktu
jam terakhir pelajaran Toefl. Ponsel Jojo bergetar. Setelah pelajaran selesai
Jojo langsung membuka pesan masuk ponselnya. Tertera dalam layar ada 2 pesan
masuk dari Any.
“Cinta” itulah tulisan dibalik kedua pesan
dari Any. Jojo terdiam, ia sangat kaget, hatinya berdebar semakin kencang, ia
langsung terdiam. Jojo sangat bingung, dia kira Any merespon tentang
kedekatannya. Dalam hati Jojo bertanya-tanya, dia tak percaya. Karena bingung, Jojo
memberitahu pesan tadi kepada Adul, teman sebangkunya. Adul pun juga ikut kaget
melihat pesan dari Any.
“Wahh, Jo, kamu hebat, bisa buat dia
mengatakan ini” kata Adul kepada Jojo.
“Aku juga nggak percaya,..” jawab Jojo.
“Udah Jo, sikat aja!!” saran Adul.
“Aku belum begitu siap Dul, do’akan aku,..”
ragu jawab Jojo.
“Tenang Jo, kamu pasti bisa” tegas Adul.
Tak lama, setelah pulang sekolah, Jojo
menanyakan ke Any tentang pesannya tadi. Ternyata Any juga bingung. Dia merasa
tidak mengirim pesan apapun ke Jojo. Hati Jojo yang berdebar senang, kini
berubah menjadi takut dan tambah bingung.
“Kamu tadi Tanya tentang apa Jojo?” Tanya
Any dalam Pesan.
“Pesanmu tadi, yang kamu kirim ke aku?”
Jawab Jojo berharap.
“Aku tadi nggak ngirim pesan ke kamu,
sumpah..” Jawab Any bingung.
“Coba deh, di cek di pesan terkirim” Jojo
penasaran.
“Nggak ada Jo, emang itu pesan kapan?”
Tanya Any.
Karena keduanya sama-sama bingung, Jojo pun
meminta Any untuk menemuinya.
“Any, aku sekarang di parkiran” pesan Jojo.
“Parkiran mana?” balas Any.
“Depan” kata Jojo.
“Coba kamu kelapangan basket sekarang” Ajak
Any.
Jojo yang berad di parkiran depan langsung
bergega ke lapangan basket yang berada di belakang.
Mereka saling bertemu dan bertatap muka
satu sama lain tepat berada di bawah ring basket. Jojolangsung memberitahu Any
tentang pesannya tadi.
“Any” sapa Jojo menatap mata Any.
“Apa maksud pesan ini??” Tanya Jojo sambil
membuka ponselnya.
Any terkejut melihat pesan tadi. Dia hanya
tersenyum melihatnya.
“Oou, ini bukan aku yang mengirim” jawab
Any santai.
Hati Jojo langsung terdiam berhenti
berdebar.
“Mungkin Gita yang mengirim pesan ini”
Tambah Any.
Jojo semakin bingung, ternyata ini hanya
salah paham.
“Ouh, yaudah..” jawab Jojo kecewa.
Keduanya saling terdiam, saling menatap
mata. Dan akhirnya, Jojo memberanikan diri, mengungkapkan seluruh isi hatinya,
dihadapannya langsung.
“Any, Aku saying kamu” Kata Jojo tegas.
Kaget Any mendengar kata-kata yang keluar
dari ulut Jojo yang terdengar tulus. Any tersenyum,
“Lha kamu lho kok bisa saying sama aku?”
jawab Any dengan senyum manisnya. “Cinta
Itu Apa Adanya, Bukan Ada Apanya” Sahut Jojo menegaskan keseriusannya dengan
Any.
Any semakin percaya dengan Jojo, tetapi
“Aku nggak bisa jawab sekarang, aku masih
ingin mengenalmu lebih jauh. Kata ortu-ku supaya jangan cepat mengambil
keputusan” kata Any dengan bijak.
Jojo menundukkan kepalanya. Lega bercampur
cemas. Lega karena ia telah berani mengungkapkan perasaannya, dan cemas karena
ia harus menunggu keputusan dari Any.
“Oke Any, aku akan setia menunggu jawaban
dari kamu” kata Jojo.
Dan tepat pukul 14:08 mereka berpisah dari
tempat itu. Any yang ditunggu temannya dari tadi, ia langsung pulang. Sedangkan
Jojo menghampiri kawan-kawannya yang menunggu di kantin ketika Jojo menyatakan
cinta kepada Any. Dengan harap-harap cemas mereka menyambut Jojo,
“Gimana Jo??” Tanya Herman.
”Dia belum bisa jawab sekarang” jawab Jojo
sambil duduk disebelah Firman.
“Semangat Jo, kamu pasti bisa mendapatkan
Any” kata Firman menghibur Jojo.
Lalu Jojo menyahutnya,
“Semoga, Amin,..”.
Karangan: Ahmad Ammar Muzakky
Terinspirasi dari seorang teman sekelas saat pertama masuk SMA.