Sabtu, 30 November 2013

Cerpen Kisah Jojo


PESAN INI BUKAN DARIKU
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhloWYekkemoYap7nuIl7W_mqiwriFzTN9VnF9b7cp785Z74V4uKWOFXm5Z-CJhgFQtc6KsB6gXtmmi3XUqKD4-s6eCmtR8uuAg5zEB3GgW9uS2CQovzJB3sc2xnDmNWXkqdPUl1CwTCDw/s1600/suratcinta.jpg


“Assalamualaikim,..”,
diketiknya dalam ponsel genggamnya. Yang dikirimkan kepada seseorang. Yaitu Any, teman sekelasnya. Maksud pertama dari pesan itu ia ingin menanyakan sebuah tugas kelompok Bahasa Indonesia. Kebetulan mereka satu kelompok. Tetapi maksud sebenarnya ia ingin mencari perhatiannya Any.
“Walaikumsalam.. ini siapa?” balas Any. Jojo sangat senang, pesannya kepada Any dibalas. Lalu Jojo membalasnya
“Aq Jojo,. Oy Any, aq mw tnya ttg tgs b.ind tdi siang,..? ”, dan dibalas oleh Any.
Dan sejak saat itulah kisah Jojo dimulai. Kini hari-hari Jojo semakin berwarna sejak ia mengenal Any dan bisa komunikasi langsung melalui telepon genggam. Any yang anaknya Pintar, Cantik dan Baik membuat Jojo tertarik padanya. Sebenarnya sudah lama Jojo tertarik pada Any, sejak keduanya dipertemukan dalam satu kelas di awal masuk SMA. Saat itu Jojo iseng, membuat origami dari kertas bekas ulangan. Dibentuknya sebuah bunga dari kertas tadi, lalu Jojo menghampiri bangku Any yang terletak dibelakang.
Kata Jojo “Any, aku punya sesuatu untukmu”,
jawab Any penasaran “Apa???”,
“Ini aku punya sekuntum bunga dari kertas, yang kubuat sendiri”,
Any pun tersenyum melihat Jojo. Jojo pun meletakkan bunga tadi dibangku Any. Jojo akhirnya bermimpi suatu saat nanti ingin menjadi kekasihnya Any. Dalam lamunannya Jojo dikejutkan oleh Andy dari belakang,
“Hayo.. ngapain tuhh??” kata Andy yang membubarkan bayangan Jojo tentang Any.
“Waah, kamu…” jawab Jojo setengah marah.
“Hhhahaha” Andy ketawa keras.
“Ayo’ ke kantin..” ajak Andy, merekapun bergegas ke kantin untuk membeli makanan.
Hari demi hari Jojo dan Any semakin dekat. Keduanya saling membantu satusama lain. Saat Any butuh bantuan Jojo siap untuk membantunya, begitu juga sebaliknya.
Suatu saat ada tugas fisika, Jojo yang sedikit kurang bisa dengan pelajaran fisika memilih meminta bantuan kepada Any yang pintar dalam pelajaran fisika.
“Any, fisika-nya gimana??” Tanya Jojo.
“Ya gitu, di contoh sudah ada” jawab Any.
“Bisakah kau mengajariku??” Tanya Jojo kembali.
“Yaa, kesinio” jawan Any.
Dengan setengah gugup Jojo duduk disebelah Any. Dengan jelas Any menjelaskan rumus-rumus fisika kepada Jojo. Dengan setengah mengerti Jojo menganggukkan kepala.
“Ya Any, cukup membingungkan” respon Jojo sambil ketawa menghibur Any.
“Hhaha, yaudah, ini punyaku di copy-paste aja,..” jawab Any.
“Okke,..” senyum Jojo.
Jojo langsung menyalin tugas fisikanya Any. Dan dikembalikannya kertas tugas milik Any.
Di bangku blok deretan timur, Jojo merasa kesepian. Dia iseng mengirim pesan ke Any yang berada di bangku blok barat.
“Sepi,..” pesan Jojo ke Any.
“Orang rame kaya gini kok..” balas Any.
“Hatiku yang sepi,..” jawab Jojo dengan humor.
“Ahh, bisa aja” Any sedikit tersenyum.
Dan saat itu mereka mulai bercanda melalui pesan pendek.
Saat istirahat yang kedua, Jojo kembali mengirim pesan ke Any,
“Ayo absen,..” ajak Jojo untuk sholat berjamah di mushola.
Lama Jojo menunggu Any di mushola, akhirnya Jojo sholat berjamaah sendiri. Setelah selesai sholat Dzuhur, ponsel Jojo bergetar, pertanda ada pesan masuk. Dibukanya pesan tadi, ternyata Any tak mengerti apa maksud dari pesan Jojo kepadanya,
“Absen apa??” Tanya Any bingung.
“Sholat Dzuhur,..” jawab Jojo.
“Belum aku..” balas Any.
Tugas fisika tadi pagi harus dikumpulkan di meja Pak Bagus pulang sekolah. Dengan bingung Any meminta bantuan kepada Jojo, karena lembarannya Any tertinggal.
“Jojo, gimana nih fisikaku” kata Any.
“Fisikannya ditumpuk dimeja pak Bagus” jawab Jojo.
“Aq nitip ya, please” Any memohon.
“Iya,..” kata Jojo.
“Alhamdulillah” Any bersyukur.
Karena kedekatan Jojo dengan Any, teman-teman Any pun merasa kalau Jojo mempunyai sebuah rasa untuk Any.
Pada suatu hari, tepatnya hari kamis waktu jam terakhir pelajaran Toefl. Ponsel Jojo bergetar. Setelah pelajaran selesai Jojo langsung membuka pesan masuk ponselnya. Tertera dalam layar ada 2 pesan masuk dari Any.
“Cinta” itulah tulisan dibalik kedua pesan dari Any. Jojo terdiam, ia sangat kaget, hatinya berdebar semakin kencang, ia langsung terdiam. Jojo sangat bingung, dia kira Any merespon tentang kedekatannya. Dalam hati Jojo bertanya-tanya, dia tak percaya. Karena bingung, Jojo memberitahu pesan tadi kepada Adul, teman sebangkunya. Adul pun juga ikut kaget melihat pesan dari Any.
“Wahh, Jo, kamu hebat, bisa buat dia mengatakan ini” kata Adul kepada Jojo.
“Aku juga nggak percaya,..” jawab Jojo.
“Udah Jo, sikat aja!!” saran Adul.
“Aku belum begitu siap Dul, do’akan aku,..” ragu jawab Jojo.
“Tenang Jo, kamu pasti bisa” tegas Adul.
Tak lama, setelah pulang sekolah, Jojo menanyakan ke Any tentang pesannya tadi. Ternyata Any juga bingung. Dia merasa tidak mengirim pesan apapun ke Jojo. Hati Jojo yang berdebar senang, kini berubah menjadi takut dan tambah bingung.
“Kamu tadi Tanya tentang apa Jojo?” Tanya Any dalam Pesan.
“Pesanmu tadi, yang kamu kirim ke aku?” Jawab Jojo berharap.
“Aku tadi nggak ngirim pesan ke kamu, sumpah..” Jawab Any bingung.
“Coba deh, di cek di pesan terkirim” Jojo penasaran.
“Nggak ada Jo, emang itu pesan kapan?” Tanya Any.
Karena keduanya sama-sama bingung, Jojo pun meminta Any untuk menemuinya.
“Any, aku sekarang di parkiran” pesan Jojo.
“Parkiran mana?” balas Any.
“Depan” kata Jojo.
“Coba kamu kelapangan basket sekarang” Ajak Any.
Jojo yang berad di parkiran depan langsung bergega ke lapangan basket yang berada di belakang.
Mereka saling bertemu dan bertatap muka satu sama lain tepat berada di bawah ring basket. Jojolangsung memberitahu Any tentang pesannya tadi.
“Any” sapa Jojo menatap mata Any.
“Apa maksud pesan ini??” Tanya Jojo sambil membuka ponselnya.
Any terkejut melihat pesan tadi. Dia hanya tersenyum melihatnya.
“Oou, ini bukan aku yang mengirim” jawab Any santai.
Hati Jojo langsung terdiam berhenti berdebar.
“Mungkin Gita yang mengirim pesan ini” Tambah Any.
Jojo semakin bingung, ternyata ini hanya salah paham.
“Ouh, yaudah..” jawab Jojo kecewa.
Keduanya saling terdiam, saling menatap mata. Dan akhirnya, Jojo memberanikan diri, mengungkapkan seluruh isi hatinya, dihadapannya langsung.
“Any, Aku saying kamu” Kata Jojo tegas.
Kaget Any mendengar kata-kata yang keluar dari ulut Jojo yang terdengar tulus. Any tersenyum,
“Lha kamu lho kok bisa saying sama aku?” jawab Any dengan senyum manisnya. “Cinta Itu Apa Adanya, Bukan Ada Apanya” Sahut Jojo menegaskan keseriusannya dengan Any.
Any semakin percaya dengan Jojo, tetapi
“Aku nggak bisa jawab sekarang, aku masih ingin mengenalmu lebih jauh. Kata ortu-ku supaya jangan cepat mengambil keputusan” kata Any dengan bijak.
Jojo menundukkan kepalanya. Lega bercampur cemas. Lega karena ia telah berani mengungkapkan perasaannya, dan cemas karena ia harus menunggu keputusan dari Any.
“Oke Any, aku akan setia menunggu jawaban dari kamu” kata Jojo.
Dan tepat pukul 14:08 mereka berpisah dari tempat itu. Any yang ditunggu temannya dari tadi, ia langsung pulang. Sedangkan Jojo menghampiri kawan-kawannya yang menunggu di kantin ketika Jojo menyatakan cinta kepada Any. Dengan harap-harap cemas mereka menyambut Jojo,
“Gimana Jo??” Tanya Herman.
”Dia belum bisa jawab sekarang” jawab Jojo sambil duduk disebelah Firman.
“Semangat Jo, kamu pasti bisa mendapatkan Any” kata Firman menghibur Jojo.
Lalu Jojo menyahutnya,
“Semoga, Amin,..”.



Karangan: Ahmad Ammar Muzakky
Terinspirasi dari seorang teman sekelas saat pertama masuk SMA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar